SISTEM INFORMASI
UNTUK PERSAINGAN KEUNGGULAN
Peranan
teknologi informasi bagi perusahaan sangatlah penting. Penerapan teknologi informasi pada tiap perusahaan atau organisasi
tentunya memiliki tujuan yang berbeda karena penerapan TI pada suatu
organisasi adalah untuk mendukung kepentingan usahanya. Apalagi dengan
kondisi saat ini, dengan persaingan dan fluktuasi dunia bisnis yang tinggi
sehingga penerapan TI bukan hanya sebagai supporting tools saja, tetapi
menjadi strategic tools, dimana fungsi dan perannya lebih komprehensif dan lebih
luas terkait pada visi, misi dan tujuan perusahaan. Namun seringkali
penerapan TI menjadi gagal karena banyak proyek TI yang selalu tertunda
dan berlarut-larut sehingga telah menghabiskan banyak dana tetapi
tidak membuahkan hasil. Struktur organisasi bisnis dan proses
manajemen yang baik juga merupakan kunci sukses keberhasilan penerapan TI,
sehingga faktor leadership menjadi tantangan sekaligus hambatan pada banyak
perusahaan karena terkadang eksekutif puncak tak memiliki visi
terhadap investasi TI-nya. Dengan bertumbuhnya tingkat persaingan di lingkungan global, maka
terdapat beberapa tekanan bagi banyak organisasi bisnis atau perusahaan untuk
membuat kegiatan operasi dan strategi yang lebih efektif dan efisien. Sistem
informasi adalah seperangkat alat yang dapat meningkatkan daya saing dan
mendapatkan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan. Oleh karena
itu, banyak organisasi bisnis memutuskan untuk mengimplementasikan sistem
informasi dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
perusahaan. Selain itu, penerapan sistem informasi manajemen memberikan
pengaruh dalam sebuah organisasi bisnis, dan pengaruh ini berhubungan dengan
proses bisnis perusahaan.
Adapun strategi yang digunakan suatu perusahaan ada 6,
akan tetapi strategi tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Mengatasi
tekanan bersaing dengan teknologi informasi
• Meningkatkan operasional bisnis.
Penggunaan teknologi informasi untuk peningkatan operasional perusahaan dapat mengakibatkan dampak strategik yang banyak, investasi di dalam teknologi informasi dapat membantu perusahaan menjadi lebih efisien. Peningkatan di dalam proses bisnis dapat membuat perusahaan memotong biaya dengan besar. Maka dari itu diperlukan adanya perubahan proses bisnis.
Perubahan proses bisnis dan operasional yang efisien dapat membuat biaya menjadi rendah sehingga konsep lowercost leadership strategis dapat terlaksana. Bagaimanapun juga suatu perusahaan justru memutuskan untuk menggunakan operasional yang efisien untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan dengan pilihan suatu produk strategi differensiasi.
•Promosi inovasi bisnis.
Investasi dalam teknologi sistem informasi dapat mengembangkan suatu produk yang unik dalam pelayanan atau proses. Disini dapat menciptakan suatu peluang bisnis baru dan suatu perusahaan mampu untuk berkembang masuk ke dalam pasar yang baru atau ke dalam segment baru dari pasar yang ada.
•Mengikat supplier dan pelanggan atau berhubungan dengan pelanggan dan supplier.
2. Membangun
keintiman dengan pelanggan.
•Meningkatkan barries to entry.
Manfaat yang diperoleh dari strategi ini adalah meningkatnya market share. Dengan melakukan investasi dalam teknologi informasi untuk meningkatkan operasi atau untuk menyebarkan inovasi, perusahaan juga membangun halangan untuk menunda perusahaan lainnya untuk memasuki pasar.
•Membangun strategis dengan platform teknologi informasi.
Maksudnya perusahaan membangun strategi perusahaan dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, seperti Leverage investment sistem informasi, manusia, hardware, software dan jaringan dari penggunaan operasional sampai pada aplikasi strategis.
•Membangun strategi berbasis informasi.
Strategi ini digunakan dengan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung perusahaan dalam keunggulan bersaing.
Adapun strategi lainnya yang dapat digunakan dalam
keunggulan suatu sistem informasi yaitu:
1. Mengembangkan suatu sistem informasi antar perusahaan yang kenyamanan dan efisiensinya dapat meniciptakan biaya perpindahan yang akan mengunci para pelanggan dan pemasok di dalamnya.
2. Lakukan investasi besar dalam aplikasi TI canggih yang dapat membangun halangan pihak luar untuk masuk ke industri tersebut.
3. Masukkan berbagai komponen TI dalam produk dan jasa untuk membuat pengganti dari produk atau jasa sejenis menjadi lebih sulit.
4. Dorong investasi untuk ahli-ahli sistem informasi, hardware, software, database, dan jaringan dari penggunaan operasional menjadi aplikasi strategis.
Peranan
dan fungsi utama dari sistem informasi
1. Mendukung Operasi Bisnis .
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan
pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam
operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi
penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan
mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk
membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi
yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan
untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan
membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih
bermakna.
3. Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian
sasaran strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing di pasar.
Proses Penerapan Implementasi yang
Terjadi di Lapangan.
- Tahapan Implementasi Sistem
Informasi
Implementasi Sistem mempunyai 4 tahap, yaitu :
- Membuat
dan menguji basis data & jaringan.
Penerapan sistem yang baru atau perbaikan sistem dibuat
pada basis data dan jaringan yang telah ada. Jika penerapan sistem yang baru
memerlukan basis data dan jaringan yang baru atau dimodifikasi, maka sistem
yang baru ini biasanya harus diimplementasikan sebelum pemasangan program
komputer.
- Membuat
dan menguji program.
Merupakan tahap pertama untuk siklus pengembangan sistem
yang spesifik bagi programer. Bertujuan untuk mengembangkan rencana yang lebih
rinci dalam pengembangan dan pengujian program komputer yang baru.
- Memasang
dan menguji sistem baru.
Tahap ini dilakukan untuk menyakinkan bahwa kebutuhan
integrasi sistem baru terpenuhi.
-
Implementasi Proses
Sistem informasi Persaingan Keunggulan
- Membuat Bisnis Plan tentang rencana
jangka panjang yang hendak dicapai oleh perusahaan
- Menyusun Standart Operating Prosedur Keuangan
dan
Operasional : Sistem yang terdiri dari langkah-langkah atau teknik-teknik
yang berkesinambungan yang menjabarkan secara detail bagaimana pelaksanaan
suatu tugas tertentu
- Menyusun
Budget : Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Beban untuk masa yang akan
datang misalnya selama periode 5 tahun.
- Menyusun Program Job Description yang
jelas dan terarah; seluruh kegiatan operasional
perusahaan saling berintegrasi untuk mencapai tujuan perusahaan.
Hambatan dan Tantangan
Tantangan dalam implementasi pengembangan system
informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi
yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan
tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi
goal yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system
informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi
keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.
Kesimpulan
Jika sistem informasi diterapkan dengan benar pada sebuah
perusahaan, maka akan memiliki efek dan manfaat masing-masing sesuai dengan
sistem yang diterapkan. Karena hal inilah yang membuat perusahaan yang
menerapkannya lebih maju daripada organisasi bisnis atau perusahaan lainnya
dari segala bidang, karena dengan penerapan sistem informasi pada sebuah
perusahaan sangat berguna untuk menunjang kinerja perusahaan menjadi jauh lebih
baik.
Daftar Pustaka
"Putra, Y. M. (2018). Sistem Informasi Untuk
Persaingan Keunggulan . Modul
Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana:
Jakarta".
https://www.kompasiana.com/unita/54ffa59ca333110f4551128d/tantangan-implementasi-pengembangan-sistem-informasi-operasional-dan-ti-dibawah-kepemimpinan-manajemen
Terima kasih informasinya! Penerapan sistem informasi seperti erp software dalam bisnis memang sangat penting untuk dilakukan oleh peruasahaan-perusahaan yang semakin besar, mengingat kegiatan operasional mereka yang semakin padat dan membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang saling terintegrasi satu sama lain.
ReplyDelete