Pengguna
dan Pengembang Sistem.
Teknologi
informasi memiliki peranan penting bagi setiap organisasi baik lembaga
pemerintah maupun perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi pada
kegiatan bisnisnya, serta merupakan salah satu faktor dalam mencapai tujuan
organisasi. Peran TI akan optimal jika pengelolaan TI maksimal. Pengelolaan TI
yang maksimal akan dilaksanakan dengan baik dengan menilai keselarasan antara
penerapan TI dengan kebutuhan organisasi sendiri. semakin pesat perkembangan suatu perusahaan maka
sistem informasinya juga mempunyai peranan yang semakin penting. Tuntutan
keberadaan sistem informasi yang semakin baik adalah akibat adanya tuntutan
perkembangan perusahaan, perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah,
perubahan prosedur serta tuntutan kebutuhan informasi.
Pengguna
memiliki tingkat pengetahuan computer dan pengetahuan informasi yang
berbeda-beda, dan perbedaan ini, ditambah dengan yang lainnya, menimbulkan
variasi tingkat dukungan yang diberikan oleh para spesialis informasi. Ketika
para pengguna sebuah perusahaan mampu mengerjakan EUC, mereka merupakan sumber
daya informasi yang sangat berharga. EUC memungkinkan penyesuaian kemampuan dan
tantangan serta memperkecil jarak komunikasi. Risiko-risiko EUC adalah sasaran
yang buruk, system yang dirancang dan didokumentasikan dengan buruk, penggunaan
sumber daya informasi yang tidak efisie, dan hilangnya integritas data,
keamanan, dan pengendalian.
Setiap orang
yang mengembangkan system-baik itu pengguna mauoun spesialis informasi-harus
memiliki pengetahuan dan keahlian tertentu. Hal ini merupakan kriteria
pendidikan bagi pilihan karier dibidan system informasi. Pengetahuan meliputi
pengetahuan computer dan informasi, dasar-dasar bisnis, teori system, proses
pengembangan system, dan pembuatan model system. Keahlian meliputi komunikasi,
kemampuan analitis, kreativiatas, dan kepemimpian. Seberapa penting tingkat
pengetahuan dan keahlian akan tergantung pada iandividu, organisasi, dam system
yag sedang dikembangkan.
Pengetahuna
spesialis informasi dan pengguna perusahaan adalah suatu sumber daya yang
berharga dan hendaknya dikelola. Program-program manajemen
pengerahuan(knowledge management-KM) formal sering kali terdiri atas
sistem-sistem yang mengumpulkan, menyimpan, dan memilah-milah pengetahuan.
Beberapa perusahaan menggunakan peranti lunak siap paka sebagai dasar sistem
manajemen pengetahuannya.
Otomatisasi
kantor telah memungkinkan sebagian pekerjaan kantor tertentu dilaksanakan di
rumah-suatu fenomena yang disebut telecommuting. Perusahaan kemudian menyadari
bahwa dapat datang ke kantor hanya bila dibutuhkan. Konsep ini, yang disebut
sebagai hoteling, mengarah pada konsep kantor maya yang lebih luas, dimana
seluruh jenis pekerjaan kantor dapat dikerjakan tanpa melihat lokasi fisiknya.
Selanjutnya, evolusi ini mengaruh pada konsep organisasi maya, dimana banya
operasi sebuah perusahaan, bukan hanya pekerjaan kantornya, dikerjakan tanpa
melihat lokasi fisiknya.
Adapun
pengertian pengembangan sistem informasi, adalah:
1. Kumpulan kegiatan para analisis sistem, perancang dan pemakai yang mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi
1. Kumpulan kegiatan para analisis sistem, perancang dan pemakai yang mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi
2. Tahapan
kegiatan yang dilakukan selama pembangunan sistem informasi
3. Proses
merencanakan, mengembangkan dan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
informasi dan mmenggunakan metode, teknik dan alat bantu pengembangan tertentu.
Pengembangan
sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang
lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem
yang sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh
beberapa hal, diantaranya yaitu :
PERLUNYA
PENGEMBANGAN SISTEM
- Adanya masalah
- Tidak beres
- Pertumbuhan organisasi
- Peluang
- Instruksi
PIHAK YANG
TERLIBAT
- Pengguna
- Manajemen
- Auditor
- Analis sistem
- Desainer sistem
- Programmer
- Desainer web
- Operator
Tahap
Implementasi
Secara umum
tujuan dari tahapan ini adalah untuk melaksanakan uji coba atas konsep
pengembangan sistem yang telah disusun. Dalam tahapan ini kegiatan
dititikberatkan pada penelitian apakah konsep sistem yang telah disusun itu
dapat dilaksanakan dengan benar/tidak. Keluaran yang dihasilkan adalah suatu
rekomendasi uji coba atas hasil penelitian selama pelaksanaan uji coba dalam
jangka waktu tertentu. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya
mencakup hal-hal sebagai berikut:
- Merencanakan waktu yang tepat untuk implementasi
-
Mengumumkan rencana implementasi
-
Mendapatkan sumberdaya perangkat keras dan lunak
- Menyiapkan
database
- Menyiapkan
fasilitas fisik
- Memberikan
pelatihan dan workshop
- Menyiapkan
saat yang tepat untuk cutover (peralihan sistem)
- Penggunaan
sistem baru
Pemberian pelatihan (training) harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang
Tahap
Perancangan Sistem Teknologi Informasi
Hal – hal
atau tahap-tahap yang harus diperhatikan dalam perancangan teknologi informasi
yaitu :
1. Perancangan Output
Perancangan
output atau keluaran merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena laporan
atau keluaran yang dihasilkan harus memudahkan bagi setiap unsur manusia yang
membutuhkannya.
Tipe output
dapat dibedakan :
- Eksternal
Tujuan
output untuk informasi diluar organisasi pemakai. Contohnya : faktur, check,
tanda terima pembayaran, dll.
- Internal
Tujuan
output untuk informasi dilingkungan organisasi pemakai. Contohnya :
laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan, dll.
Yang harus
diperhatikan dalam perancangan output :
- Tipe output (Eksternal,
Internal)
- Isi output (keterangan atau
informasi)
- Format output (berupa
keterangan/narrative, tabel atau grafik)
- Frekuensi (banyaknya pencetakan
dalam periode tertentu)
Langkah-langkah
Perancangan Output Secara Umum :
- Menentukan kebutuhan Output dari
sistem yang baru
- Output yang akan dirancang dapat
ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat.
- Menentukan parameter dari Output
(lihat yang harus diperhatikan dalam perancangan Output)
2. Perancangan Input
Tujuan dari
Perancangan Input adalah :
- Untuk mengefektifkan biaya
pemasukan data.
- Untuk mencapai keakuratan yang
tinggi.
- Untuk menjamin pemasukan data
dapat diterima & dimengerti oleh pemakai.
Proses Input
dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu :
- Data capture / Penangkapan data
- Data preparation / Penyiapan data
- Data entry / Pemasukan data
Input yang
menggunakan alat input tidak langsung mempunyai 3 (tiga) tahapan utama,
yaitu data capture, data preparation dan data entry.
Sedangkan input yang menggunakan alat input langsung terdiri dari 2 (dua)
tahapan utama, yaitu data capture dan data entry.
v Tipe
Input
- Eksternal
Pada tipe
ini pemasukan data berasal dari luar organisasi.
Contoh :
faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi, dll
- Internal
Pada tipe
ini pemasukan data hasil komunikasi pemakai dengan sistem
Contoh :
faktur penjualan, order penjualan, dll
Yang perlu
diperhatikan dalam Perancangan Input adalah :
v Tipe
input
v
Fleksibel format
v
Kecepatan
v
Akurat
v
Metode verifikasi
v
Mudah dikoreksi
v
Keamanan
v
Mudah digunakan
v
Kompatibel dengan sistem yang lain
v
Biaya yang ekonomis
Langkah-langkah
Perancangan Input Secara Umum :
- Menentukan kebutuhan Input dari
sistem yang baru.
- Input yang akan dirancang dapat
ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat.
- Menentukan parameter dari Input.
3.
Perancangan Proses Sistem
Tujuan dari
Perancangan Proses Sistem yaitu untuk menjaga agar proses data lancar dan
teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan untuk mengawasi proses
dari sistem. Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan Sistem
Flowchart atau DFD (Data Flow Diangram) dan lain-lain. Prosesnya Real Time,
Batch, Online, Offline.
4. Perancangan Database
Penerapan
database dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basis
data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan
kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Tipenya dapat
berupa : File Master ( Berisi data yang tetap dimana
pemrosesan terhadap data hanya pada waktu-waktu tertentu) contohnya : file
referensi ( Data yang tetap, dimana pengolahan terhadap data tersebut
memerlukan waktu yang lama) dan file dinamik (Data yang ada dalam file berubah
tergantung transaksi), File Input / Transaksi (Berisi data masukan yang berupa
data transaksi dimana data-data tersebut akan diolah oleh computer ), File
Laporan (Berisi informasi yang akan ditampilkan), File Sejarah / Arsip (Berisi
data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi disimpan untuk keperluan
masa dating), File Backup / Pelindung (Berisi salinan data-data yang masih
aktif di database pada suatu waktu tertentu),File Kerja / Temporary File
(Berisi data-data hasil pemrosesan yang bersifat sementara), File Library
(Berisi program-program aplikasi atau utility program).
Langkah-langkah
Perancangan Database secara umum :
1.
Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru
2.
Menentukan parameter dari file database
5. Perancangan Kontrol
Tujuannya
agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki keandalan dalam
mencegah kesalahan, kerusakan serta kegagalan proses sistem.
6. Perancangan Jaringan
Langkak-langkahnya
yaitu :
- Membuat segmen bidang usaha
(berdasarkan geografis, departemen, bangunan, lantai, dsb).
- Membuat sebuah model LAN
- Mengevaluasi LAN untuk
menentukan apakah mereka cocok untuk tiap segmen diseluruh usaha
- Interkoneksi segmen-segmen
jaringan
7. Perancangan Komputer
Harus dapat
memperhatikan pengelompokan computer baik Mainframe, Mini Komputer atau Mikro
computer.
8. Tekanan – tekanan Perancangan
Perancangan
Sistem Informasi harus memperhatikan sejumlah tekanan
desain (forces
design) :
1. Integrasi
(Integration)
2. Jalur
Pemakai / Sistem (User / System Interface)
3. Tekanan
Persaingan (Competitive Forces)
4. Kualitas
dan kegunaan Informasi (Information Quality and Usability)
5.
Kebutuhan-kebutuhan System (Systems Requirements)
6.
Kebutuhan-kebutuhan Pengolahan Data (Data Processing Requirements)
7.
Faktor-faktor Organisasi (Organizations Factors)
8.
Kebutuhan-kebutuhan Biaya Efektifitas (Cost Effectiveness Requirements)
9.
Faktor-faktor Manusia (Human Factors)
10.
Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan (Feasibility Requirements)
Di lain
pihak, seiring makin meluasnya implementasi sistem informasi maka kesadaran
akan perlunya dilakukan review atas pengembangan suatu sistem informasi semakin
meningkat. Kesadaran ini muncul karena munculnya berbagai kasus yang terkait
dengan gagalnya sistem informasi, sehingga memberikan akibat yang sangat mempengaruhi
kinerja organisasi.
Terdapat
beberapa resiko yang mungkin ditimbulkan sebagai akibat dari gagalnya
pengembangan suatu sistem informasi, antara lain:
- Sistem informasi yang
dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi.
- Melonjaknya biaya pengembangan
sistem informasi karena adanya “scope creep” (atau pengembangan
berlebihan) yang tanpa terkendali.
- Sistem informasi yang
dikembangkan tidak dapat meningkatkan kinerja organisas
Mengingat
adanya beberapa resiko tersebut diatas yang dapat memberikan dampak terhadap
kelangsungan organisasi maka setiap organisasi harus melakukan review dan
evaluasi terdapat pengembangan sistem informasi yang dilakukan. Review dan
evaluasi ini dilakukan oleh internal organisasi ataupun pihak eksternal
organisasi yang berkompeten dan diminta oleh organisai. Kegiatan review dan
evaluasi ini biasanya dilakukan oleh Auditor Sistem Informasi.
Kesimpulan
Beberapa
pendekatan pengembangan system diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan pada
metode SDLC. Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan
tersendiri. Metode re-usable misalnya sangat cocok untuk pengembangan system
dimana kita sudah memiliki system yang similar. Sedangkan prototyping sangat
tepat untuk pengembangan system dengan durasi proyek yang sangat pendek. Dengan
mengetahui beberapa pendekatan ini kita bisa memilih metode yan paling tepat
untuk mengembangkan sistem sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Beberapa
tool seperti CASE bisa juga digunakan untuk mempermudah pengembangan sistem
informasi yang kita lakukan.
Daftar
Pustaka
"Putra,
Y. M. (2018). Pengguna dan Pengembang Sistem. Modul Kuliah Sistem
Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta".
Al fatta,
Hanif, 2007, Analisis dan perancangan system informasi untuk keunggulan
perusahaan dan organisasi kelas dunia, Andi offset – STMIK AMIKOM Yogyakarta,
Comments
Post a Comment