KEAMANAN
INFORMASI DALAM PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam era
digital, komunikasi melalui jaringan komputer memegang peranan penting. Melalui
komunikasi elektronik, seseorang dapat melakukan transaksi atau komunikasi
dengan sangat cepat dan praktis. Hal ini merupakan pengaruh dari perkembangan
yang sangat signifikan dalam teknologi informasi, dimana bandwidth internet
yang semakin besar dengan biaya akses yang semakin murah.
Konsekuensinya
adalah resiko dalam keamanan informasi semakin meningkat. Keamanan data adalah
perlindungan data di dalam suatu sistem melawan terhadap otorisasi tidak sah,
modifikasi, atau perusakan dan perlindungan sistem komputer terhadap penggunaan
tidak sah atau modifikasi.
Ada empat
aspek utama dalam keamanan data dan informasi yaitu:
1. Privacy/Confidentiality
yaitu usaha menjaga data informasi yang bersifat pribadi dari orang yang tidak
berhak mengakses.
2. Integrity
yaitu usaha untuk menjaga data atau informasi tidak diubah oleh yang tidak
berhak.
3. Authentication
yaitu usaha atau metode untuk mengetahui keaslian dari informasi, misalnya
apakah informasi yang dikirim dibuka oleh orang yang benar atau layanan dari
server yang diberikan benar berasal dari server yang dimaksud.
4. Availability
berhubungan dengan ketersediaan sistem dan data (informasi) ketika dibutuhkan.
Keamanan
data dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu keamanan fisik dan keamanan
sistem. Keamanan fisik merupakan bentuk keamanan berupa fisik dari server,
terminal/client router sampai dengan cabling. Sedangkan keamanan sistem adalah
keamanan pada sistem pengoperasiannya atau lebih khususnya pada lingkup
perangkat lunak, misalnya dengan penggunaan kriptografi dan steganografi.
Dalam
penelitian ini akan dibahas tentang penggunaan kombinasi steganografi dan
kriptografi dalam memberikan keamanan pada data.
Media telah
menjadi bagian dari eksistensi manusia sejak manusia itu ada. Manusia sendiri
merupakan media yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi dan
perasaan melalui bagian – bagian tubuhnya. Lama – kelamaan manusia sadar bahwa
ia memiliki keterbatasan sehingga manusia mulai memikirkan sehingga manusia
mulai memikirkan cara – cara baru dalam menyampaikan pesan, maka ditemukanlah
media. Media untuk menyampaikan pesan ini pun berkembang dari media yang hanya
bersifat interpersonal menjadi media massa.
Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan.
Teknologi
ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan
kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan
diakses secara global. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru
dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan
seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh
berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan
berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government,
e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy,
dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Masalah
keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi.
Sayang sekali masalah keamanan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari
para pemilik & pengelola sistem informasi. Seringkali masalah keamanan
berada di urutan kedua, bahkan di urutan terakhir dalam daftar hal-hal yang
dianggap penting. Apabila menggangu performansi dari sistem, seringkali
keamanan dikurangi / ditiadakan.
Informasi
saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang
mengatakan bahwa sudah berada di sebuah “information-based society”.
Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat
menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi
komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun
individual (pribadi). Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang
teknologi komputer & telekomunikasi. Sangat pentingnya nilai sebuah
informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanya boleh diakses oleh
orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain (misalnya pihak
lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Untuk itu
keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang
dapat diterima.
Meningkatnya
Kejahatan Komputer
Jumlah
kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan
dengan sistem informasi akan terus meningkat dikarenakan beberapa hal, antara
lain :
• Aplikasi bisnis yang menggunakan
(berbasis) teknologi informasi dan jaringan komputer semakin meningkat. Sebagai
contoh banking, electronic commerce (e-commerce), Electronic
Data Interchange (EDI), dsb.
• Desentralisasi (distributed) server
menyebabkan lebih banyak sistem yang harus ditangani. Hal ini membutuhkan lebih
banyak operator dan administrator yang handal yang juga kemungkinan harus
disebar di seluruh lokasi. Padahal mencari operator dan administrator yang
handal adalah sangat sulit.
• Transisi dari single
vendor ke multi-vendor sehingga lebih banyak sistem /
perangkat yang harus dimengerti dan masalah interoperabilityantar
vendor yang lebih sulit ditangani. Untuk memahami satu jenis perangkat dari
satu vendor saja sudah susah apalagi harus menangani berjenis-jenis perangkat.
• Meningkatnya kemampuan pemakai di
bidang komputer sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain /
membongkar sistem yang digunakannya.
• Kesulitan dari penegak hukum untuk
mengejar kemajuan dunia komputer dan telekomunikasi yang sangat cepat.
• Semakin kompleksnya sistem yang
digunakan, seperti semakin besarnya program (source code) yang digunakan
sehingga semakin besar probabilitas terjadinya lubang keamanan (yang
disebabkan
kesalahan pemrograman).
• Semakin banyak perusahaan yang
menghubungkan sistem informasinya dengan jaringan komputer yang global seperti
Internet. Hal ini membuka akses dari seluruh dunia. Potensi sistem informasi
yang dapat dijebol menjadi lebih besar.
Klasifikasi
Kejahatan Komputer
Kejahatan
komputer dapat digolongkan kepada yang sangat berbahaya sampai ke yang hanya
mengesalkan (annoying). Berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :
1.
Keamanan yang bersifat fisik (physical security) : termasuk akses orang ke gedung, peralatan dan media yang
digunakan. Misalnya pernah diketemukan coretan password / manual yang dibuang
tanpa dihancurkan, Wiretapping / hal-hal yang berhubungan
dengan akses ke kabel / komputer yang digunakan, Denial of service,
yaitu akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat diterima oleh
pemakai.
2.
Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel) :
termasuk
identifikasi dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja).
Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia
(pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dikenal dengan istilah “social
engineering” yang sering digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai
orang yang berhak mengakses informasi.
3.
Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi(communications) :
Yang
termasuk di dalam kelas ini adalah kelemahan dalam software yang digunakan
untuk mengelola data. Seorang kriminal dapat memasang virus / trojan
horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang
semestinya tidak berhak diakses.
4.
Keamanan dalam operasi
: termasuk prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan
dan juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).
Sebaiknya
dalam media komunikasi dan informasi lebih di tingkatkan dalam hal keamanan
sehingga aman dari orang yang tidak bertanggung jawab, hal ini juga tidak lepas
dari kemajuan sebuah teknologi komunikasi dan penggunaan yang lebih tepat.
Daftar Pustaka :
Putra, Y.
M. (2018). Keamanan Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi
Manajemen. Jakarta: FEB-Universitas Mercu Buana
Comments
Post a Comment